Minggu, 16 Februari 2020

Kisah Sukses

Nama : Marceline Lionita Chandra
NIM : 1905551147
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Technopreneurship
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama

Kesalahan utama seorang pemula yang berada di bidang apapun adalah selalu berpikir besar dan berkhayal besar tanpa mau menjalani proses. Proses perlu waktu bisa dalam waktu singkat maupun panjang. Proses juga perlu usaha, doa, kerja keras, dan kerja cerdas. Seorang enterpreneurship ayng cerdas bukan saja bekerja siang dan malam tetapi dia juga cerdas untuk "memutar" uang yang dia miliki untuk memperluas bisnisnya. Orang yang sukses adalah mereka yang mampu bangkit dari kegagalan dan belajar dari kegagalannya tersebut.

1. SIGMA, peluang yang saya lihat adalah pencetus SIGMA merasa bahwa teknologi mampu untuk dikembangkan untuk hal bisnis untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan organisasi perusahaan mereka.

2. Telkomvision, peluang yang dilihat adalah mereka merasa orang-orang Indonesia sudah bosan dengan tontonan yang itu-itu saja sehingga mereka memiliki ide untuk membuka TV kabel dimana bisa untuk menonton siaran luar negeri walau harus membayar untuk bisa mendapatkan fasilitas tersebut.

3. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mempunyai peluang memanfaatkan Microsoft SQL Server Integration Services (SSIS) untuk mengintegrasikan data dan SQL Server Analysis Services (SSAS) untuk melakukan agregasi data.

4. Kepolisian Resor Kediri (Polres Kediri), peluang yang bisa dilihat adalah bagaimana mereka memikirkan cara untuk mengembangkan sistem tilang yang sudah sangat sering terlihat di daerah di Indonesia. Untuk memudahkan sistem ini, Polres Kediri membuat sistem e-tilang yang akan memudahkan proses tilang yang terjadi.

5. KiOSTiX memanfaatkan Storage Backup Microsoft Azure yang memungkinkan perusahaan untuk menyimpan enam salinan data di cloud secara geo-releted – menjadikan probabilitas perusahaan untuk kehilangan data pengguna sangat minim.

Sabtu, 08 Februari 2020

Enterpreneurship vs Technopreneurship

Nama : Marceline Lionita Chandra
NIM : 1905551147
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Technopreneurship
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama

Negara maju mengembangkan strategi bersaingnya melalui keunggulan teknologi yang dimilikinya. Umumnya negara maju miskin sumber daya alam sehingga untuk bisa bertahan hidup, mereka harus menguasai teknologi. Fokus negara maju adalah penguasaan R n D teknologi, desain produk, dan pemasaran. Basis pengembangan ekonomi negara maju adalah pengetahuan dasar ekonomi, sehingga mereka cenderung partner sumber daya alam melimpah tetapi pengetahuan mereka rendah. Pendidikan pada negara maju ternyata mendasarkan basisnya pada kemampuan anak bangsa untuk mandiri dan berinovasi berbasiskan penciptaan teknologi sebagai keunggulan bersaingnya yang disebut dengan pendidikan berbasis Enterpreneurship atau Technopreneurship.

Enterpreneurship apabila secara ekonomi mampu memberikan nilai tambah ekonomis bagi komoditas yang dijualnya, sehingga mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya. Mereka juga tahu cara pemilihan pasar secara demografis, lobi bisnis, kebutuhan konsumen, dan peluang. Arti dari entrepreneurship adalah berasal dari Bahasa Perancis yaitu “entreprende” yang artinya memulai, melakukan, berusaha melakukan tindakan mengatur dan mengorganisir. Jadi pengertian entrepreneurship adalah sebuah proses kegiatan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan suatu perubahan dengan memanfaatkan peluang dan berbagai sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah untuk diri sendiri dan orang lain dan untuk memenangkan persaingan. 

Ciri-ciri entrepreneur adalah sebagai berikut ini:
  • Memiliki mimpi yang besar.
  • Suka dengan tantangan.
  • Pandai dalam mengatasi ketakutannya.
  • Mempunyai keyakinan yang sangat kuat.
  • Mempunyai cara pandang yang berbeda.
  • Pemasar sejati (penjual ulung).
  • Disiplin waktu untuk pemenuhan targetnya.
  • Selalu mencari yang sesuatu terbaik.
  • Tidak mudah menyerah.
  • Mempunyai kemampuan untuk memimpin.
Faktor penyebab keberhasilan Entrepreneur
Keberhasilan seorang entrepreneur itu bergantung pada kemampuan pada dirinya. Di mana seorang entrepreneur dapat berhasil apabila mempunyai kemauan keras dan tekad yang kuat, mempunyai modal yang cukup, tahu dengan persis akan target pasar, mempunyai pelayanan yang baik kepada pelanggan, mempunyai jaringan networking yang luas, bisa melakukan emasaran yang efektif serta dapat berinovasi dan berkreativitas tinggi.

Penyebab kegagalan Entrepreneur
Pada dasarnya kegagalan itu bergantung pada kemampuan seorang entrepreneur. Kegagalan dapat terjadi apabila tidak berkompeten dalam manajerial, pengalaman yang kurang, kurang bisa mengendalikan keuangan, gagal dalam melakukan perencanaan, lokasi yang kurang memadai, sikap yang kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha, kurang adanya pengawasan peralatan, dan kurang mampu dalam melakukan peralihan.


Technopreneurship memanfaatkan aplikasi, internet, marketplace, dan teknis penunjang layanan ke konsumen. Technopreneur adalah seorang Entrepreneur yang mengoptimalkan berbagai potensi perkembangan teknologi yang ada sebagai dasar pengembangan usaha yang dia jalankan atau bisa di bilang Technopreneur ini adalah Entrepreneur modern yang berbasis pada teknologi dalam menjalankan usahanya. 

Karakteristik Technopreneur Dilihat dari pengertiannya memang technopreneur merupakan pengelolaan usaha dengan menggunakan basis teknologi. Jika yang sedang Anda bayangkan adalah perusahaan seperti perusahaan pengelola Apple, Twitter, Google, perusahaan pembuat gadget, dll. Hal tersebut memang benar, tetapi tidak selamanya technopreneur itu merupakan usaha dengan jenis seperti disebutkan di atas, melainkan semua jenis usaha yang sebelumnya hanya dikembangkan melalui cara tradisional beralih kepada usaha yang menggabungkannya dengan teknologi seperti perusahaan meubel yang beralih atau meningkatkan pengelolaan usahanya dengan menggunakan mesin yang lebih canggih, atau yang sebelumnya memasarkan dengan menggunakan cara yang tradisional misalnya door to door atau mouth to mouth beralih dengan menggunakan sistem online marketing yang pada dasarnya menggunakan teknologi komputer dan jaringan internet, serta menciptakan inovasi baru dengan menggunakan teknologi yang juga baru, dsb. Sehingga bisa dikatakan bahwa semua orang bisa menjadi pelaku technopreneur karena technopreneur tidak sesulit yang terliat dari namanya itu sendiri karena tergantung dari bagaimana keinginan masing-masing untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri terutama dalam hal ini mengenai teknologi yang selanjutnya digabungkan dengan peluang usaha untuk menjadikan usaha tersebut lebih baik dari sebelumnya. 

Peluang Technopreneur Saat Ini Dunia tekhnologi yang sedang menggeliat saat ini, dengan perkembangannya yang tentu saja berkembang di seluruh penjuru dunia, menjadi peluang yang sangat patut diperhitungkan dan patut dicoba. Karena hal tersebutlah dan ditambah dengan globalisasi serta inovasi tekhnologi memang seharusnya memaksa perusahaan untuk mengubah haluannya menjadi lebih canggih, modern dan sesuai dengan tuntutan pasar saat ini yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas yang bisa didapatkan jika perusahaan/peluang usaha lainnya dikelola dengan menggunakan teknologi. Besarnya peluang tersebut bisa dibuktikan dengan bermunculannya perusahaan-perusahaan pengelola usaha yang bergerak di bidang teknologi, kita kerucutkan saja menjadi perusahaan-perusahaan online marketing atau pengelola website yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Jika memiliki konsep yang sangat unik tentang peluang usaha yang ada hubungannya dengan dunia maya, tidak ada salahnya mencoba untuk bereksperimen dengan menuangkan ide tersebut di internet. Dengan modal yang murah, ide tersebut kemudian akan menjadi mahal dan menghasilkan keuntungan yang tidak diduga sebelumnya. 

Perusahaan Indonesia Yang Menggunakan Teknologi Informasi

1.  SIGMA
            PT Sigma Cipta Caraka (SIGMA) merupakan perusahaan penyedia layanan pendukung bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdepan yang sudah berkiprah lebih dari 20 tahun di Indonesia. SIGMA memiliki komitmen untuk memberikan manfaat teknologi pada sector bisnis dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan solusi IT untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan organisasi perusahaan mereka. SIGMA telah menjadi perusahaan pemrakarsa dalam pengembangan IT serta penyedia layanan operasional dan maintance bagi berbagai macam jenis industri baik didalam maupun luar negeri. SIGMA menawarkan layanan berbasis IT yang bervariasi, mulai dari layanan konsultan, produk software, aplikasi, layanan pengembangan software serta operasi pusat data diperbankan (baik yang berbasis konvensional maupun sharia), sector keuangan, telekomunikasi, manufaktur serta distribusi.
            Produk dan layanan yang disediakan SIGMA sudah diimplementasikan di lebih dari 150 perusahaan dari berbagai macam industri di Indonesia dan juga telah menjangkau lembaga multi-finance dengan penanganan yang sama-sama diprioritaskan. Diawal tahun 2008, SIGMA secara resmi menjadi salah satu anak perusahaan TELKOM, sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia. 
            Dengan eksistensi yang sudah lebih dari 20 tahun dalam memberikan maupun menginovasikan layanan berbasis IT, SIGMA juga telah melebarkan sayapnya ke mancanegara melalui berbagai produk dan layanan yang ditawarkan SIGMA.

2. Telkomvision
            TelkomVision merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang Jasa Penyiaran TV berbayar dengan memiliki izin penyelenggara siaran berbasis kabel dan satelit. Untuk layanan berbasis kabel cakupan telah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan beberapa kota besar lainnya. Untuk yang berbasis satelit atau DTH ( Direct to Home ) cakupan mencapai siaran seluruh wilayah Indonesia yang ter- cover dalam jaringan Satelit Telkom-1.
            TelkomVision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 dan hingga tahun 2008 telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari susunan pengurus perseroan maupun kepemilikan saham.
            Pada bulan Agustus 2008, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. melalui anak perusahaannya PT. Multimedia Nusantara mengambil alih saham TelkomVision dari Datakom Asia sehingga komposisi kepemilikan saham TelkomVision telah seluruhnya dimiliki oleh TPT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
            TelkomVision dalam perkembangan bisnisnya meluncurkan produk unggulannya, yaitu yestv, TV berbayar dengan dua metode pembayaran yakni layanan pra bayar dengan sistem voucher dan layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan. Produk layanan DTH (Direct to Home) Pra-bayar merupakan penggerak awal layanan TV pra bayar pertama di Indonesia sejak 2007.Sistem Pra Bayar tersebut memungkinkan pelanggan memiliki keleluasaan menikmati tayangan berlangganan sesuai dengan pilihan dan harga tanpa harus membayar bulanan. Bagi pelanggan yang memilih untuk berlangganan dengan system abonemen dapat memilih berbagai paket basic dan paket minipacks dengan pilihan channel menarik. TelkomVision menghadirkan 80 channel  lokal dan mancanegara dengan kualitas gambar yang jernih dan lebih stabil terhadap gangguan cuaca.
            Dengan berkembangnya industri multimedia dan jasa telekomunikasi maka TelkomVision bersama TELKOM Group terus mengembangkan produk baru antara lain IPTV (Internet Protokol Television), dengan produk Groovia TV. Pengembangan produk ini merupakan wujud komitmen TelkomVision dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring kemajuan teknologi untuk menjadi pemain utama dan terbesar dalam bidang multimedia dan jasa televisi berbayar di wilayah Asia.

3. Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
        Dalam rangka menghubungkan lebih dari 500 unit kantor operasional dan 32.000 pegawai yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, DJP memanfaatkan Microsoft SQL Server Integration Services (SSIS) untuk mengintegrasikan data dan SQL Server Analysis Services (SSAS) untuk melakukan agregasi data.

4. Kepolisian Resor Kediri (Polres Kediri)
         Pada Desember 2016, Polres Kediri bekerjasama dengan PT Trimaxindo Abadi dan Microsoft Indonesia memprakarsai penerapan e-tilang, sistem tilang digital pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi auto scale Azure untuk mengelola pengaksesan aplikasi dari jutaan warga Kediri. Sepak terjang e-tilang yang baik mendorong Korps Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjadikan e-tilang sebagai program nasional.

5. Garuda Indonesia
         Pada pertengahan 2015, penjualan tiket online Garuda Indonesia melesat sebanyak 200% setelah situs penjualan tiket online Garuda direstrukturisasi dengan teknologi Microsoft Azure.

6. KiOSTiX
         Sebagai sebuah layanan ticketing yang melayani lebih dari 1.000 acara di Indonesia setiap tahunnya, KiOSTiX memanfaatkan Storage Backup Microsoft Azure yang memungkinkan perusahaan untuk menyimpan enam salinan data di cloud secara geo-releted – menjadikan probabilitas perusahaan untuk kehilangan data pengguna sangat minim.


DAFTAR PUSTAKA

Minggu, 03 November 2019

Etika komputer dan Etika Internet Pada Sosial Media

Nama : Marceline Lionita Chandra
NIM : 1905551147
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Aplikasi Sosial Media
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama


Media Sosial. Saat ini penggunaan media sosial nampaknya telah menjadi bagian dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain itu media sosial saat ini juga telah di jadikan sebagai tempat untuk saling mendapatkan dan menyebarkan informasi.

Namun, sayangnya akibat dari penyalahgunaan sosial media dalam menyebarkan informasi juga berdampak pada banyaknya para pengguna yang masuk ke ranah hukum akibat dari penyebaran informasi pada sosial media yang tidak menggunakan etika.
Dalam upaya mengurangi permasalahan tersebut maka di perlukanlah suatu etika dalam menggunakan media sosial agar tidak saling menghina ataupun menuduh orang lain tanpa alasan yang jelas. Karena pada dasarnya hal seperti itulah yang nantinya akan terjerat hukum karena kurang hati-hati dalam menyebarkan informasi pada internet.
ETIKA DALAM MEDIA SOSIAL
Seiring dengan berjalannya waktu maka teknologi juga semakin berkembang pesat. Saat ini hampir sebagian besar orang bisa saling berbagi informasi serta berkomunikasi secara langsung dengan menggunakan media sosial sebab dengan internet maka mereka lebih bisa menghemat waktu dan biaya.
Dalam penggunaannya, tentu kita di berikan kebebasan agar bisa berkomunikasi dengan siapa saja. Namun yang sering di salah artikan disini adalah, bebas bukan berarti tanpa etika. Alangkah baiknya apabila kita mengetahui etika apa saja yang harus di perhatikan pada saat menggunakan jejaring sosial.
Tidak sedikit permasalahan sosial yang terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam beretika dalam sosial media. Justru para pengguna terkadang dibutakan oleh berita yang tidak benar akibat dari hasutan yang beredar pada media sosial. Berikut beberapa hal penting mengenai etika dalam menggunakan media sosial. 
ETIKA KOMPUTER DALAM SOSIAL MEDIA
Semua aturan, pedoman, dan tata perilaku yg disepakati bersama di dalam pemanfaatan komputer
dan kehidupan.
Contoh :
·       Tidak menggunakan aplikasi dan os bajakan;
·       Tidak melanggar hak cipta;
·       Tidak melakukan plagiat;
·       Tidak meretas sistem orang lain.
ETIKA INTERNET PADA SOSIAL MEDIA
Seperti halnya etika komputer, namun diikuti oleh semua pengguna komputer di internet yang disebut juga netiket.
Contoh :
·       Tidak melakukan spamming;
·       Tidak mencuri data melalui jaringan internet, deface, dos/ddos;
·       Tidak merusak privasi dan sistem orang lain.

DAFTAR PUSTAKA


Kamis, 24 Oktober 2019

Fitur-Fitur Pada Sosial Media

Nama : Marceline Lionita Chandra
NIM : 1905551147
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Aplikasi Sosial Media
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama

 

Setiap sosial media memiliki fiturnya masing-masing yang menjadi ciri khasnya tersendiri. Hal ini menjadikannya sebagai nilai tambah terhadap ketatnya persaingan bisnis yang terjadi di dunia industri IT. Contohnya seperti fitur pada aplikasi sosial media Twitter:


1. Fitur Reply Tweet (Membalas Tweet User Lain)
Fitur reply ini bisa kamu gunakan untuk membalas tweet yang di share oleh teman kamu. Kita bisa memulai percakapan/membalas tweet dengan menekan tombol reply di bawah tweet teman kita. Saat kita melakukan Reply pada tweet maka reply kita tersebut akan tampil pada timeline atau halaman home twitter kita.
Salah satu cara unik di twitter adalah kita harus “mention” user yang kita reply agar masuk di notifikasi mereka. Tombol mention ini diwakili dengan huruf “at” yaitu @. Misal user teman kamu adalah achmad_yusron, maka untuk memention dan membalas tweetnya kamu harus masukkan kata @achmad_yusron di tweet balasan kamu tersebut.
2. Fitur Retweet (Ngeshare Tweet User Lain)
Fitur retweet ini bisa kita gunakan untuk meneruskan atau menyebarkan tweet orang lain ke halaman timeline kita. Disini kita juga dapat membubuhinya dengan beberapa komentar yang ingin kita tambahkan. Nantinya tweet yang telah kita retweet tersebut akan dapat di lihat oleh follower kita melalui timeline mereka. Retweet ini pada umumnya ada 2 tipe, yaitu kita dengan mode langsung retweet user lain, yaitu tinggal klik icon tersebut. Cara kedua adalah kita menulis kembali tweet user yang ingin kita retweet, kemudian kita tulis RT didepan tweet tersebut.
3. Fitur Like Tweet
Fitur like ini sangat berguna ketika kamu ingin menyimpan suatu tweet yang menurut kamu bagus. Untuk melakukannya pun sangat mudah, cukup tekan simbol love di bawah tweet, maka tweet tersebut akan tersimpan di dalam menu Like seperti yang terlihat di gambar.
Fitur ini dulu namanya “favorited” dengan icon bintang. Alasan diganti dengan nama like mungkin karena istilah like dan tombol love itu sudah menjadi sebuah trend dan icon bagi pengguna sosial media untuk menunjukkan ketertarikan akan sebuah topik.
Kalau di facebook fitur ini dinamakan “like”, kalau di instagram “fav”, kalau di google plus adalah “plus 1”. Intinya sama, untuk menunjukkan bahwa kita menyukai postingan tersebut.
4. Fitur Following (Mengikuti)
Fitur following ini memungkinkan kamu untuk mengikuti orang lain dan otomatis akan menjadi follower orang lain tersebut. Dengan melakukan following ini maka tweet orang yang kita follow akan selalu tampil di timeline kita.
Kalau di facebook kita mengenal pertemanan / friendlist, kalau di twitter sedikit berbeda. Hal ini juga berlaku di instagram dan google plus. Kalau di twitter itu ada yang namanya following, artinya jika kita menyukai user twitter tertentu kita bisa “ngefollow” akun tersebut. Alhasil tweet orang yang kita follow itu akan keluar di beranda twitter kita.

5. Fitur Follower (Pengikut)
Fitur follower ini kebalikan dari following. Bila following adalah kita mengikuti orang lain, maka follower ini adala orang lain yang mengikuti kita. Jika kita tidak melakukan follback atau following kembali kepada orang tersebut maka tweet orang tersebut tidak akan pernah tampil di timeline kita namun tweet kita lah yang tampil di timeline mereka
            Yang menjadi pertanyaan disini adalah bagaimana fitur-fitur tersebut bisa dibuat? Di dalam pengembangannya, sosial media memerlukan metodologi, layaknya sebuah penelitian maupun pengembangan software pada umumnya. Urutannya adalah : rumusan masalah, desain solusi, implementasi, pengurian (pengembang, pengguna), dokumentasi, dan (opsional) balik lagi ke implementasi dan pengurian.
            Namun, tidak semua sosial media menyediakan pengembang dan proses pengembangan dari fitur dan layanan yang mereka sediakan untuk pengguna. Beberapa menempuh cara praktis : akuisisi/beli lalu masukkan ke dalam sistem mereka dan brand. Beberapa menggunakan cara khusus : akuisisi lalu bunuh. Biarkan pasar menggunakan produk mereka.
            Dalam dunia bisnis juga menggunakan sosial media. Contohnya untuk mempromosikan jualannya agar bisa tersebar ke beberapa wilayah yang jaraknya jauh. Sehingga orang yang berjarak jauh pun bisa melihat dan jika mereka berminat mereka akan membeli dagangan tersebut. Bahkan jika dagangan yang dipromosikan itu unik maka akan semakin banyak peminatnya. Dalam software terdapat SDLC (Software Development Life Cycle) yang berarti daur hidup software. Itu sebabnya social media juga turut mengalami perkembangan : perubahan, penambahan fitur. Hal ini berdampak terhadap omzet/saham/bisnis perusahaan dan negara.

            Demikian artikel tentang fitur-fitur pada aplikasi sosial media. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Jangan lupa untuk memanfaatkan semua fitur yang ada pada sosial media untuk hal-hal positif.

Daftar Pustaka

Kamis, 10 Oktober 2019

Sosial Media dan Teknologi-Teknologi Pendukung

Nama : Marceline Lionita Chandra
NIM : 1905551147
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Aplikasi Sosial Media
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama


Sosial media mempunyai banyak teknologi-teknologi pendukung diantaranya adalah hardware, software, sistem/sistem komputer, jaringan komputer, sistem informasi, dan keamanan sistem.

Hardware
Pengertian hardware secara umum yaitu sekumpulan komponen fisik yang ada di dalam komputer yang tugasnya menyusun perangkat komputer agar komputer bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Atau dengan kata lain hardware bisa juga berarti perangkat fisik komputer yang dapat disentuh, isinya berkaitan dengan sistem kerja komputer.
Hardware yang terdapat dalam sosial media adalah


  • Firewall
  • Data center
  • Sensor
Software


Pengertian software adalah program komputer yang menjadi jembatan antara pengguna dengan perangkat keras. Ia juga dapat didefinisikan sebagai sebuah aplikasi yang tersusun dari sekumpulan kode-kode bahasa pemrograman.
Software yang terdapat pada sosial media adalah


  • Bahasa pemrograman
  • Library/pustaka
  • IDE (Integrated Development Environment)
  • Algoritma
  • Database/DBMS
Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi data, aplikasi maupun berbagi perangkat keras komputer.
Jaringan komputer yang ada di sosial media adalah sebagai berikut :


  • Internet
  • Cloud Computing
  • Internet Of Things
  • Software Define Network 
  • Komputasi paralel 
Keamanan Sistem
Keamanan sistem adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, paling tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik. Contohnya:
  • Firewall
  • Cloud Computing(terutama IAAS)
  • Intrusion Detection System (IDS)
  • Software Define Network (SDN)
  • Enkripsi, SSL
Daftar Pustaka

Sabtu, 05 Oktober 2019

Cyber Crime

Nama : Marceline Lionita Chandra
NIM : 1905551147
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Aplikasi Sosial Media
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki jumlah populasi penduduk terbanyak sehingga setiap perubahan maupun inovasi yang terjadi akan langsung masuk dan dirasakan oleh penduduknya termasuk dalam bidang teknologi. Bahkan dengan jumlah penduduk yang berkisari pada jumlah 200 juta orang, maka tak salah bila banyak orang menyebut Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial untuk dunia digital. Oleh karena itu, menurut penelitian yang dilakukan, ada sekitar 88,1 juta orang yang menggunakan internet aktif di Indonesia sebagai media sosial mereka. Bisnis jasa media sosial pun semakin meraup untung apalagi Indonesia penduduknya sangat rajin mengakses internet. Jumlah itupun diperkirakan akan semakin bertambah setiap tahunnya. Fakta menarik lainnya yang bisa diliihat dari data pertumbuhan pengguna internet dan media sosial adalah penggunaan televisi kini semakin mengalami penurunan.
Penelitian menyebutkan rata-rata konsumsi masyarakat menonton televisi menurun seiring dengan mereka lebih rajin untuk mengakses internet khususnya media sosial sebagai alat komunikasi maupun media melihat kegiatan teman-teman lainnya yang bergabung dengan media sosial tersebut. Seperti yang dilansir We Are Social, saat ini baik tua, muda wanita, pria, anak-anak maupun orang dewasa lebih menyukai untuk melihat media sosial dan internet dibandingkan menonton televisi. Seringnya acara televisi yang tidak mendidik dan berkualitas serta padatnya jadwal pekerjaan maupun aktivitas lainnya membuat mereka lebih suka melihat kondisi dunia melalui internet. Dari media sosial, pengguna bisa langsung mengetahui berita yang terjadi di seluruh dunia, peristiwa terkini pun lebih mudah diperoleh dan cepat diupdate melalui internet atau media sosial. Bahkan hal ini lebih cepat daripada menunggu berita di televisi.
Semakin Indonesia melek dengan teknologi, maka pengguna internet di dalam negeri akan terus bertambah. Menurut data yang telah dikumpulkan oleh We Are Social, dalam setahun mulai dari 2015 hingga 2016, ada kenaikan sekitar 15% pengguna internet di Indonesia. Kenaikan ini lebih dikhususkan untuk mereka yang merupakan pengguna aktif media sosial. Kemungkinan di akhir 2016 mendatang, kenaikan masih akan terus berlanjut dan semakin signifikan. Data ini masih terus bertambah dimana penggunaan media sosial melalui smartphone menjadi meningkat sebesar enam persen dari tahun sebelumnya. Itulah mengapa penggunaan gadget semakin meningkat dan pembelian gadget baru yang mumpuni dengan sistem media sosial yang diunduh pun juga meningkat. Sementara menurut APJII atau singkatan dari Asosiasi Penyelenggara jasa Internet Indonesia mengatakan bahawa 48% dari 88,1 juta orang pengguna internet itu merupakan masyarakat pengonsumsi internet harian. Itu artinya, warga Indonesia tidak bisa lepas dari gadget dan internet untuk mengakses media sosial setiap harinya.
Bila jumlah pengguna internet di Indonesia semakin bertambah, maka waktu untuk akses internet juga akan semakin banyak dibandingkan dengan kegiatan lain termasuk nonton televisi. Untuk bisa mengakses internet dan media sosial melalui PC, ponsel maupun tablet dalam satu harinya, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam 42 menit. Hasil ini semakin menggusur posisi televisi yang pada awalnya juga memiliki konsumsi lebih lama. Kini dalam satu harinya, penggunaan televisi hanya sekitar 2 jam 22 menit setiap harinya. Jumlah ini tentu tidak ada apa-apanya dengan internet yang mampu menguras waktu para pengguna. Apalagi semakin banyaknya jumlah aplikasi media sosial baru yang dikembangkan beserta keunikannya masing-masing, tak heran jika nantinya jumlah waktu ini akan semakin meningkat. Pengguna internet aktif memang berjumlah 88,1 juta orang dan 79 juta diantarannya menggunakan internet untuk media sosial.
Bila dilihat dari jumlah penduduk di Indonesia yang berjumlah 200 juta orang, ada sekitar 30 persen penduduk yang menjadi langganan setia untuk mengakses media sosial. Media sosial dapat berfungsi untuk membuat banyak orang merasa terhubung dengan orang lain dan memudahkan akses informasi. Hal ini kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu media pemasaran yang efektif mengingat cakupan media sosial yang luas dan dilengkapi dengan filter sehingga dapat dipilih kepada siapa iklan kita ingin ditujukan. Sekarang pun semakin banyak orang yang menggunakan media sosial sebagai sarana promosi karena selain cakupannya luas, biayanya pun lebih murah dibandingkan dengan promosi secara konvensional. Itulah mengapa bisnis jasa media sosial semakin berkembang dengan baik dan semakin banyak orang berlomba-lomba menciptakan media sosial yang bisa menguntungkan di masa depan.

Namun, tak sedikit juga kejahatan terjadi di media sosial. Mereka memanfaatkan media sosial untuk melakukan kejahatan. Kejahatan  dalam sosial media dinamakan Cyber Crime. Cyber crime adalah suatu aktivitas kejahatan di dunia maya dengan memanfaatkan jaringan komputer sebagai alat dan jaringan internet sebagai medianya.
·      Dalam arti luas, pengertian cyber crime adalah semua tindakan ilegal yang dilakukan melalui jaringan komputer dan internet untuk mendapatkan keuntungan dengan merugikan pihak lain.
·      Dalam arti sempit, pengertian cybercrime adalah semua tindakan ilegal yang ditujukan untuk menyerang sistem keamanan komputer dan data yang diproses oleh suatu sistem komputer.

Cyber crime atau kejahatan dunia maya dapat dilakukan dengan berbagai cara dan beragam tujuan. Kejahatan dunia maya ini umumnya dilakukan oleh pihak-pihak yang mengerti dan menguasai bidang teknologi informasi.
Kejahatan dunia maya ini mulai muncul sejak tahun 1988 yang pada masa itu disebut dengan sebutan Cyber Attack. Pelaku cybercrime pada saat itu menciptakan worm/ virus untuk menyerang komputer yang mengakibatkan sekitar 10% komputer di dunia yang terkoneksi ke internet mengalami mati total.
Jenis-Jenis Cyber Crime

Sebenarnya ada banyak jenis kejahatan di dunia maya pada saat ini. Secara umum, jenis-jenis cyber crime adalah sebagai berikut ini:
1. Akses Ilegal (Unauthorized Access)
Membuka atau masuk ke akun orang lain tanpa ijin dan dengan sengaja merupakan suatu tindakan kejahatan di dunia maya. Akun yang telah dibobol pelaku sangat mungkin membuat pemiliknya mengalami kerugian, misalnya;

  1. Membuat pemilik akun kehilangan data penting.
  2.  Menggunakan akun untuk aksi kejahatan, misalnya menipu orang lain dengan memakai nama pemilik akun.
2. Menyebarkan Konten Ilegal (Illegal Contents)
Konten ilegal adalah konten yang didalamnya terdapat informasi atau data yang tidak etis, tidak benar, atau melanggar hukum. Ada banyak sekali jenis konten ilegal yang disebarkan di internet. Namun, yang paling sering disebarkan adalah berita HOAX dan juga konten yang mengandung unsur p0rno.
3. Hacking dan Cracking
Sebenarnya hacking mengacu pada kegiatan mempelajari sistem komputer secara mendetail dan meningkatkan kemampuan komputer. Namun, banyak hacker yang menyalah gunakan kemampuannya dengan melakukan kejahatan di dunia maya.
Sedangkan cracking adalah tindakan pembajakan terhadap hak milik orang lain. Misalnya pembajakan akun, pembajakan situs website, penyebaran virus, probing, dan lainnya.
4. Pemalsuan Data (Data Forgery)
Ini merupakan tindak kejahatan dunia maya dengan memalsukan data pada dokumen penting yang disimpan sebagai scriptles document di internet. Salah satu praktik pemalsuan data ini misalnya pemalsuan dokumen pada situs e-commerce yang dibuat seolah-olah terjadi typo atau salah ketik sehingga menguntungkan pelakunya.
5. Penyalahgunaan Kartu Kredit (Carding)
Carding adalah bentuk kejahatan di dunia maya dimana pelakunya berbelanja dengan menggunakan nomor dan identitas kartu kredit milik orang lain. Praktik carding ini sangat merugikan para pemilik kartu kredit yang dicuri datanya. Itulah sebabnya saat ini semua negara sangat ketat dalam mengawasi transaksi kartu kredit, terutama yang melibatkan transaksi luar negeri.
6. Pencurian Data (Data Theft)
Ini adalah aktivitas mencuri data dari sistem komputer secara ilegal, baik untuk kepentingan sendiri atau dijual kepada pihak lain. Tindakan pencurian data ini sering berujung pada kejahatan penipuan (fraud) secara online.
7. Memata-Matai (Cyber Espionage)
Ini adalah kejahatan di dunia maya yang memanfaatkan jaringan internet untuk masuk ke sistem jaringan komputer pihak lain untuk memata-matai.
8. Cyber Squatting
Ini adalah tindak kejahatan di dunia maya dimana pelakunya mendaftarkan domain dengan nama suatu perusahaan lalu menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga tinggi.
9. Cyber Typosquatting
Ini adalah cyber crime dimana pelakunya meniru atau mengklon situs website pihak lain dengan tujuan untuk melakukan penipuan atau berita bohong kepada masyarakat.
Metode Kejahatan Cyber Crime

Maraknya jenis cyber crime saat ini maka metode dalam melakukannya pun cukup beragam. Berikut ini adalah beberapa cara kerja cyber crime yang sering dilakukan:
1. Password Cracker
Ini adalah suatu tindakan mencuri password orang lain dengan menggunakan suatu program yang dapat membuka enkripsi password. Tindakan ini juga sering dilakukan untuk menonaktifkan suatu sistem pengamanan password.
2. Spoofing
Spoofing adalah tindakan memalsukan data atau identitas seseorang sehingga pelaku (hacker) dapat melakukan login ke dalam suatu jaringan komputer layaknya user yang asli.
3. DDoS (Distributed Denial of Service Attacks)
Ini adalah serangan yang dilakukan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet yang dilakukan oleh seorang hacker/ attacker. Serangan DDoS akan menghabiskan sumber daya (resource) yang ada pada suatu komputer atau server hingga tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dengan benar.
4. Sniffing
Sniffing adalah bentuk cyber crime dimana pelaku mencuri username dan password orang lain secara sengaja maupun tidak sengaja. Pelaku kemudian dapat memakai akun korban untuk melakukan penipuan atas nama korban atau merusak/ menghapus data milik korban.
5. Destructive Devices
Ini adalah program atau software berisi virus dimana tujuannya adalah untuk merusak atau menghancurkan data-data di dalam komputer korban. Beberapa yang termasuk dalam program ini adalah Worms, Trojan Horse, Nukes, Email Bombs, dan lain-lain.

Daftar Pustaka
https://koinworks.com/blog/data-pertumbuhan-pengguna-sosial-media-di-indonesia/
https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/pengertian-cyber-crime.html