Sabtu, 08 Februari 2020

Enterpreneurship vs Technopreneurship

Nama : Marceline Lionita Chandra
NIM : 1905551147
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Technopreneurship
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama

Negara maju mengembangkan strategi bersaingnya melalui keunggulan teknologi yang dimilikinya. Umumnya negara maju miskin sumber daya alam sehingga untuk bisa bertahan hidup, mereka harus menguasai teknologi. Fokus negara maju adalah penguasaan R n D teknologi, desain produk, dan pemasaran. Basis pengembangan ekonomi negara maju adalah pengetahuan dasar ekonomi, sehingga mereka cenderung partner sumber daya alam melimpah tetapi pengetahuan mereka rendah. Pendidikan pada negara maju ternyata mendasarkan basisnya pada kemampuan anak bangsa untuk mandiri dan berinovasi berbasiskan penciptaan teknologi sebagai keunggulan bersaingnya yang disebut dengan pendidikan berbasis Enterpreneurship atau Technopreneurship.

Enterpreneurship apabila secara ekonomi mampu memberikan nilai tambah ekonomis bagi komoditas yang dijualnya, sehingga mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya. Mereka juga tahu cara pemilihan pasar secara demografis, lobi bisnis, kebutuhan konsumen, dan peluang. Arti dari entrepreneurship adalah berasal dari Bahasa Perancis yaitu “entreprende” yang artinya memulai, melakukan, berusaha melakukan tindakan mengatur dan mengorganisir. Jadi pengertian entrepreneurship adalah sebuah proses kegiatan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan suatu perubahan dengan memanfaatkan peluang dan berbagai sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah untuk diri sendiri dan orang lain dan untuk memenangkan persaingan. 

Ciri-ciri entrepreneur adalah sebagai berikut ini:
  • Memiliki mimpi yang besar.
  • Suka dengan tantangan.
  • Pandai dalam mengatasi ketakutannya.
  • Mempunyai keyakinan yang sangat kuat.
  • Mempunyai cara pandang yang berbeda.
  • Pemasar sejati (penjual ulung).
  • Disiplin waktu untuk pemenuhan targetnya.
  • Selalu mencari yang sesuatu terbaik.
  • Tidak mudah menyerah.
  • Mempunyai kemampuan untuk memimpin.
Faktor penyebab keberhasilan Entrepreneur
Keberhasilan seorang entrepreneur itu bergantung pada kemampuan pada dirinya. Di mana seorang entrepreneur dapat berhasil apabila mempunyai kemauan keras dan tekad yang kuat, mempunyai modal yang cukup, tahu dengan persis akan target pasar, mempunyai pelayanan yang baik kepada pelanggan, mempunyai jaringan networking yang luas, bisa melakukan emasaran yang efektif serta dapat berinovasi dan berkreativitas tinggi.

Penyebab kegagalan Entrepreneur
Pada dasarnya kegagalan itu bergantung pada kemampuan seorang entrepreneur. Kegagalan dapat terjadi apabila tidak berkompeten dalam manajerial, pengalaman yang kurang, kurang bisa mengendalikan keuangan, gagal dalam melakukan perencanaan, lokasi yang kurang memadai, sikap yang kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha, kurang adanya pengawasan peralatan, dan kurang mampu dalam melakukan peralihan.


Technopreneurship memanfaatkan aplikasi, internet, marketplace, dan teknis penunjang layanan ke konsumen. Technopreneur adalah seorang Entrepreneur yang mengoptimalkan berbagai potensi perkembangan teknologi yang ada sebagai dasar pengembangan usaha yang dia jalankan atau bisa di bilang Technopreneur ini adalah Entrepreneur modern yang berbasis pada teknologi dalam menjalankan usahanya. 

Karakteristik Technopreneur Dilihat dari pengertiannya memang technopreneur merupakan pengelolaan usaha dengan menggunakan basis teknologi. Jika yang sedang Anda bayangkan adalah perusahaan seperti perusahaan pengelola Apple, Twitter, Google, perusahaan pembuat gadget, dll. Hal tersebut memang benar, tetapi tidak selamanya technopreneur itu merupakan usaha dengan jenis seperti disebutkan di atas, melainkan semua jenis usaha yang sebelumnya hanya dikembangkan melalui cara tradisional beralih kepada usaha yang menggabungkannya dengan teknologi seperti perusahaan meubel yang beralih atau meningkatkan pengelolaan usahanya dengan menggunakan mesin yang lebih canggih, atau yang sebelumnya memasarkan dengan menggunakan cara yang tradisional misalnya door to door atau mouth to mouth beralih dengan menggunakan sistem online marketing yang pada dasarnya menggunakan teknologi komputer dan jaringan internet, serta menciptakan inovasi baru dengan menggunakan teknologi yang juga baru, dsb. Sehingga bisa dikatakan bahwa semua orang bisa menjadi pelaku technopreneur karena technopreneur tidak sesulit yang terliat dari namanya itu sendiri karena tergantung dari bagaimana keinginan masing-masing untuk belajar dan mengembangkan kemampuan diri terutama dalam hal ini mengenai teknologi yang selanjutnya digabungkan dengan peluang usaha untuk menjadikan usaha tersebut lebih baik dari sebelumnya. 

Peluang Technopreneur Saat Ini Dunia tekhnologi yang sedang menggeliat saat ini, dengan perkembangannya yang tentu saja berkembang di seluruh penjuru dunia, menjadi peluang yang sangat patut diperhitungkan dan patut dicoba. Karena hal tersebutlah dan ditambah dengan globalisasi serta inovasi tekhnologi memang seharusnya memaksa perusahaan untuk mengubah haluannya menjadi lebih canggih, modern dan sesuai dengan tuntutan pasar saat ini yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas yang bisa didapatkan jika perusahaan/peluang usaha lainnya dikelola dengan menggunakan teknologi. Besarnya peluang tersebut bisa dibuktikan dengan bermunculannya perusahaan-perusahaan pengelola usaha yang bergerak di bidang teknologi, kita kerucutkan saja menjadi perusahaan-perusahaan online marketing atau pengelola website yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Jika memiliki konsep yang sangat unik tentang peluang usaha yang ada hubungannya dengan dunia maya, tidak ada salahnya mencoba untuk bereksperimen dengan menuangkan ide tersebut di internet. Dengan modal yang murah, ide tersebut kemudian akan menjadi mahal dan menghasilkan keuntungan yang tidak diduga sebelumnya. 

Perusahaan Indonesia Yang Menggunakan Teknologi Informasi

1.  SIGMA
            PT Sigma Cipta Caraka (SIGMA) merupakan perusahaan penyedia layanan pendukung bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdepan yang sudah berkiprah lebih dari 20 tahun di Indonesia. SIGMA memiliki komitmen untuk memberikan manfaat teknologi pada sector bisnis dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan solusi IT untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan organisasi perusahaan mereka. SIGMA telah menjadi perusahaan pemrakarsa dalam pengembangan IT serta penyedia layanan operasional dan maintance bagi berbagai macam jenis industri baik didalam maupun luar negeri. SIGMA menawarkan layanan berbasis IT yang bervariasi, mulai dari layanan konsultan, produk software, aplikasi, layanan pengembangan software serta operasi pusat data diperbankan (baik yang berbasis konvensional maupun sharia), sector keuangan, telekomunikasi, manufaktur serta distribusi.
            Produk dan layanan yang disediakan SIGMA sudah diimplementasikan di lebih dari 150 perusahaan dari berbagai macam industri di Indonesia dan juga telah menjangkau lembaga multi-finance dengan penanganan yang sama-sama diprioritaskan. Diawal tahun 2008, SIGMA secara resmi menjadi salah satu anak perusahaan TELKOM, sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia. 
            Dengan eksistensi yang sudah lebih dari 20 tahun dalam memberikan maupun menginovasikan layanan berbasis IT, SIGMA juga telah melebarkan sayapnya ke mancanegara melalui berbagai produk dan layanan yang ditawarkan SIGMA.

2. Telkomvision
            TelkomVision merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang Jasa Penyiaran TV berbayar dengan memiliki izin penyelenggara siaran berbasis kabel dan satelit. Untuk layanan berbasis kabel cakupan telah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan beberapa kota besar lainnya. Untuk yang berbasis satelit atau DTH ( Direct to Home ) cakupan mencapai siaran seluruh wilayah Indonesia yang ter- cover dalam jaringan Satelit Telkom-1.
            TelkomVision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 dan hingga tahun 2008 telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari susunan pengurus perseroan maupun kepemilikan saham.
            Pada bulan Agustus 2008, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. melalui anak perusahaannya PT. Multimedia Nusantara mengambil alih saham TelkomVision dari Datakom Asia sehingga komposisi kepemilikan saham TelkomVision telah seluruhnya dimiliki oleh TPT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
            TelkomVision dalam perkembangan bisnisnya meluncurkan produk unggulannya, yaitu yestv, TV berbayar dengan dua metode pembayaran yakni layanan pra bayar dengan sistem voucher dan layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan. Produk layanan DTH (Direct to Home) Pra-bayar merupakan penggerak awal layanan TV pra bayar pertama di Indonesia sejak 2007.Sistem Pra Bayar tersebut memungkinkan pelanggan memiliki keleluasaan menikmati tayangan berlangganan sesuai dengan pilihan dan harga tanpa harus membayar bulanan. Bagi pelanggan yang memilih untuk berlangganan dengan system abonemen dapat memilih berbagai paket basic dan paket minipacks dengan pilihan channel menarik. TelkomVision menghadirkan 80 channel  lokal dan mancanegara dengan kualitas gambar yang jernih dan lebih stabil terhadap gangguan cuaca.
            Dengan berkembangnya industri multimedia dan jasa telekomunikasi maka TelkomVision bersama TELKOM Group terus mengembangkan produk baru antara lain IPTV (Internet Protokol Television), dengan produk Groovia TV. Pengembangan produk ini merupakan wujud komitmen TelkomVision dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring kemajuan teknologi untuk menjadi pemain utama dan terbesar dalam bidang multimedia dan jasa televisi berbayar di wilayah Asia.

3. Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
        Dalam rangka menghubungkan lebih dari 500 unit kantor operasional dan 32.000 pegawai yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, DJP memanfaatkan Microsoft SQL Server Integration Services (SSIS) untuk mengintegrasikan data dan SQL Server Analysis Services (SSAS) untuk melakukan agregasi data.

4. Kepolisian Resor Kediri (Polres Kediri)
         Pada Desember 2016, Polres Kediri bekerjasama dengan PT Trimaxindo Abadi dan Microsoft Indonesia memprakarsai penerapan e-tilang, sistem tilang digital pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi auto scale Azure untuk mengelola pengaksesan aplikasi dari jutaan warga Kediri. Sepak terjang e-tilang yang baik mendorong Korps Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjadikan e-tilang sebagai program nasional.

5. Garuda Indonesia
         Pada pertengahan 2015, penjualan tiket online Garuda Indonesia melesat sebanyak 200% setelah situs penjualan tiket online Garuda direstrukturisasi dengan teknologi Microsoft Azure.

6. KiOSTiX
         Sebagai sebuah layanan ticketing yang melayani lebih dari 1.000 acara di Indonesia setiap tahunnya, KiOSTiX memanfaatkan Storage Backup Microsoft Azure yang memungkinkan perusahaan untuk menyimpan enam salinan data di cloud secara geo-releted – menjadikan probabilitas perusahaan untuk kehilangan data pengguna sangat minim.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar