Nama
: Marceline Lionita Chandra
NIM : 1905551147
Jurusan/Fakultas/Universitas : Teknologi
Informasi/Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah : Technopreneurship
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama
Negara maju mengembangkan strategi bersaingnya melalui keunggulan teknologi yang dimilikinya. Umumnya negara maju miskin sumber daya alam sehingga untuk bisa bertahan hidup, mereka harus menguasai teknologi. Fokus negara maju adalah penguasaan R n D teknologi, desain produk, dan pemasaran. Basis pengembangan ekonomi negara maju adalah pengetahuan dasar ekonomi, sehingga mereka cenderung partner sumber daya alam melimpah tetapi pengetahuan mereka rendah. Pendidikan pada negara maju ternyata mendasarkan basisnya pada kemampuan anak bangsa untuk mandiri dan berinovasi berbasiskan penciptaan teknologi sebagai keunggulan bersaingnya yang disebut dengan pendidikan berbasis Enterpreneurship atau Technopreneurship.
Enterpreneurship apabila secara ekonomi mampu memberikan nilai tambah ekonomis bagi komoditas yang dijualnya, sehingga mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya. Mereka juga tahu cara pemilihan pasar secara demografis, lobi bisnis, kebutuhan konsumen, dan peluang. Arti dari entrepreneurship adalah berasal dari Bahasa Perancis yaitu
“entreprende” yang artinya memulai, melakukan, berusaha melakukan
tindakan mengatur dan mengorganisir. Jadi pengertian entrepreneurship adalah
sebuah proses kegiatan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan suatu
perubahan dengan memanfaatkan peluang dan berbagai sumber yang ada untuk
menghasilkan nilai tambah untuk diri sendiri dan orang lain dan untuk
memenangkan persaingan.
Ciri-ciri entrepreneur adalah sebagai berikut ini:
- Memiliki mimpi yang besar.
- Suka dengan tantangan.
- Pandai dalam mengatasi ketakutannya.
- Mempunyai keyakinan yang sangat kuat.
- Mempunyai cara pandang yang berbeda.
- Pemasar sejati (penjual ulung).
- Disiplin waktu untuk pemenuhan targetnya.
- Selalu mencari yang sesuatu terbaik.
- Tidak mudah menyerah.
- Mempunyai kemampuan untuk memimpin.
Faktor penyebab keberhasilan Entrepreneur
Keberhasilan seorang entrepreneur itu bergantung pada kemampuan pada
dirinya. Di mana seorang entrepreneur dapat berhasil apabila mempunyai
kemauan keras dan tekad yang kuat, mempunyai modal yang cukup, tahu
dengan persis akan target pasar, mempunyai pelayanan yang baik kepada
pelanggan, mempunyai jaringan networking yang luas, bisa melakukan
emasaran yang efektif serta dapat berinovasi dan berkreativitas tinggi.
Penyebab kegagalan Entrepreneur
Pada dasarnya kegagalan itu bergantung pada kemampuan seorang
entrepreneur. Kegagalan dapat terjadi apabila tidak berkompeten dalam
manajerial, pengalaman yang kurang, kurang bisa mengendalikan keuangan,
gagal dalam melakukan perencanaan, lokasi yang kurang memadai, sikap
yang kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha, kurang adanya pengawasan
peralatan, dan kurang mampu dalam melakukan peralihan.
Technopreneurship memanfaatkan aplikasi, internet, marketplace, dan teknis penunjang layanan ke konsumen. Technopreneur adalah seorang Entrepreneur yang mengoptimalkan
berbagai potensi perkembangan teknologi yang ada sebagai dasar
pengembangan usaha yang dia jalankan atau bisa di bilang Technopreneur
ini adalah Entrepreneur modern yang berbasis pada teknologi dalam
menjalankan usahanya.
Karakteristik Technopreneur Dilihat dari pengertiannya
memang technopreneur merupakan pengelolaan usaha dengan menggunakan
basis teknologi. Jika yang sedang Anda bayangkan adalah perusahaan
seperti perusahaan pengelola Apple, Twitter, Google, perusahaan pembuat
gadget, dll. Hal tersebut memang benar, tetapi tidak selamanya
technopreneur itu merupakan usaha dengan jenis seperti disebutkan di
atas, melainkan semua jenis usaha yang sebelumnya hanya dikembangkan
melalui cara tradisional beralih kepada usaha yang menggabungkannya
dengan teknologi seperti perusahaan meubel yang beralih atau
meningkatkan pengelolaan usahanya dengan menggunakan mesin yang lebih
canggih, atau yang sebelumnya memasarkan dengan menggunakan cara yang
tradisional misalnya door to door atau mouth to mouth beralih dengan
menggunakan sistem online marketing yang pada dasarnya menggunakan
teknologi komputer dan jaringan internet, serta menciptakan inovasi baru
dengan menggunakan teknologi yang juga baru, dsb. Sehingga bisa
dikatakan bahwa semua orang bisa menjadi pelaku technopreneur karena
technopreneur tidak sesulit yang terliat dari namanya itu sendiri karena
tergantung dari bagaimana keinginan masing-masing untuk belajar dan
mengembangkan kemampuan diri terutama dalam hal ini mengenai teknologi
yang selanjutnya digabungkan dengan peluang usaha untuk menjadikan usaha
tersebut lebih baik dari sebelumnya.
Peluang Technopreneur Saat Ini Dunia tekhnologi yang sedang menggeliat saat ini, dengan
perkembangannya yang tentu saja berkembang di seluruh penjuru dunia,
menjadi peluang yang sangat patut diperhitungkan dan patut dicoba.
Karena hal tersebutlah dan ditambah dengan globalisasi serta inovasi
tekhnologi memang seharusnya memaksa perusahaan untuk mengubah haluannya
menjadi lebih canggih, modern dan sesuai dengan tuntutan pasar saat ini
yang mengedepankan efisiensi dan efektivitas yang bisa didapatkan jika
perusahaan/peluang usaha lainnya dikelola dengan menggunakan teknologi.
Besarnya peluang tersebut bisa dibuktikan dengan bermunculannya
perusahaan-perusahaan pengelola usaha yang bergerak di bidang teknologi,
kita kerucutkan saja menjadi perusahaan-perusahaan online marketing
atau pengelola website yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Jika memiliki konsep yang sangat unik tentang peluang usaha yang ada
hubungannya dengan dunia maya, tidak ada salahnya mencoba untuk
bereksperimen dengan menuangkan ide tersebut di internet. Dengan modal
yang murah, ide tersebut kemudian akan menjadi mahal dan menghasilkan
keuntungan yang tidak diduga sebelumnya.
Perusahaan Indonesia Yang Menggunakan Teknologi Informasi
1. SIGMA
PT
Sigma Cipta Caraka (SIGMA) merupakan perusahaan penyedia layanan pendukung
bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdepan yang sudah
berkiprah lebih dari 20 tahun di Indonesia. SIGMA memiliki komitmen untuk
memberikan manfaat teknologi pada sector bisnis dan perusahaan-perusahaan yang
membutuhkan solusi IT untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan organisasi
perusahaan mereka. SIGMA telah menjadi perusahaan pemrakarsa dalam pengembangan
IT serta penyedia layanan operasional dan maintance bagi berbagai macam jenis
industri baik didalam maupun luar negeri. SIGMA menawarkan layanan berbasis IT
yang bervariasi, mulai dari layanan konsultan, produk software, aplikasi,
layanan pengembangan software serta operasi pusat data diperbankan (baik yang
berbasis konvensional maupun sharia), sector keuangan, telekomunikasi,
manufaktur serta distribusi.
Produk
dan layanan yang disediakan SIGMA sudah diimplementasikan di lebih dari 150
perusahaan dari berbagai macam industri di Indonesia dan juga telah menjangkau
lembaga multi-finance dengan penanganan yang sama-sama diprioritaskan. Diawal
tahun 2008, SIGMA secara resmi menjadi salah satu anak perusahaan TELKOM,
sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
Dengan
eksistensi yang sudah lebih dari 20 tahun dalam memberikan maupun
menginovasikan layanan berbasis IT, SIGMA juga telah melebarkan sayapnya ke
mancanegara melalui berbagai produk dan layanan yang ditawarkan SIGMA.
2. Telkomvision
TelkomVision
merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang Jasa Penyiaran
TV berbayar dengan memiliki izin penyelenggara siaran berbasis kabel dan
satelit. Untuk layanan berbasis kabel cakupan telah tersebar di beberapa kota di
Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan beberapa
kota besar lainnya. Untuk yang berbasis satelit atau DTH ( Direct to Home )
cakupan mencapai siaran seluruh wilayah Indonesia yang ter- cover dalam
jaringan Satelit Telkom-1.
TelkomVision
didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 dan hingga tahun 2008 telah mengalami
beberapa kali perubahan baik dari susunan pengurus perseroan maupun kepemilikan
saham.
Pada
bulan Agustus 2008, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. melalui anak
perusahaannya PT. Multimedia Nusantara mengambil alih saham TelkomVision dari
Datakom Asia sehingga komposisi kepemilikan saham TelkomVision telah seluruhnya
dimiliki oleh TPT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
TelkomVision
dalam perkembangan bisnisnya meluncurkan produk unggulannya, yaitu yestv, TV
berbayar dengan dua metode pembayaran yakni layanan pra bayar dengan sistem
voucher dan layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan. Produk
layanan DTH (Direct to Home) Pra-bayar merupakan penggerak awal layanan TV pra
bayar pertama di Indonesia sejak 2007.Sistem Pra Bayar tersebut memungkinkan
pelanggan memiliki keleluasaan menikmati tayangan berlangganan sesuai dengan
pilihan dan harga tanpa harus membayar bulanan. Bagi pelanggan yang memilih
untuk berlangganan dengan system abonemen dapat memilih berbagai paket basic
dan paket minipacks dengan pilihan channel menarik. TelkomVision menghadirkan
80 channel lokal dan mancanegara dengan kualitas gambar yang jernih
dan lebih stabil terhadap gangguan cuaca.
Dengan
berkembangnya industri multimedia dan jasa telekomunikasi maka TelkomVision
bersama TELKOM Group terus mengembangkan produk baru antara lain IPTV (Internet
Protokol Television), dengan produk Groovia TV. Pengembangan produk ini
merupakan wujud komitmen TelkomVision dalam memenuhi permintaan pasar yang
terus meningkat seiring kemajuan teknologi untuk menjadi pemain utama dan
terbesar dalam bidang multimedia dan jasa televisi berbayar di wilayah Asia.
3. Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Dalam rangka menghubungkan
lebih dari 500 unit kantor operasional dan 32.000 pegawai yang tersebar
di seluruh penjuru nusantara, DJP memanfaatkan Microsoft SQL Server
Integration Services (SSIS) untuk mengintegrasikan data dan SQL Server
Analysis Services (SSAS) untuk melakukan agregasi data.
4. Kepolisian Resor Kediri (Polres Kediri)
Pada Desember 2016, Polres Kediri bekerjasama dengan PT Trimaxindo
Abadi dan Microsoft Indonesia memprakarsai penerapan e-tilang, sistem
tilang digital pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi auto
scale Azure untuk mengelola pengaksesan aplikasi dari jutaan warga
Kediri. Sepak terjang e-tilang yang baik mendorong Korps Lalu Lintas
Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjadikan
e-tilang sebagai program nasional.
5. Garuda Indonesia
Pada
pertengahan 2015, penjualan tiket online Garuda Indonesia melesat
sebanyak 200% setelah situs penjualan tiket online Garuda
direstrukturisasi dengan teknologi Microsoft Azure.
6. KiOSTiX
Sebagai sebuah layanan ticketing yang melayani lebih dari 1.000 acara
di Indonesia setiap tahunnya, KiOSTiX memanfaatkan Storage Backup
Microsoft Azure yang memungkinkan perusahaan untuk menyimpan enam
salinan data di cloud secara geo-releted – menjadikan probabilitas
perusahaan untuk kehilangan data pengguna sangat minim.
DAFTAR PUSTAKA